Approved! A line we ought to see
Selama bekerja di kantor, entah udah berapa kali gw mendengar kata-kata Approved. Ia jadi semacam password yang harus diisi sebelum pekerjaan bisa dilakukan. Jika belum di approved, you do it on your own risk. Kalau mau cari aman dan selamat, carilah approval itu. Meskipun kadang permintaan approval hanya memperlambat proses dan tidak praktis, namun untuk urusan pekerjaan ini masih hal yang wajar dan bearable. Sayangnya, seeking for approval tidak hanya terjadi di kantor, dalam hidup pun terkadang kita meminta persetujuan orang lain. Sadar atau tidak. Memang bentuknya tidak terang-terangan, tapi hidup yang 'normal' dan 'wajar' sesuai norma yang berlaku di masyarakat seringkali menjadi approval yang menentukan arah hidup seseorang. Misalnya, seseorang yang sudah lulus kuliah ya harus bekerja. Umur segini udah seharusnya mulai memikirkan masa depan (re: mencari pasangan hidup dan menikah). Sesudah nikah ya sewajarnya punya anak, dst dsb. I did not against the no...