Posts

Showing posts with the label #writingpassion

Approved! A line we ought to see

Selama bekerja di kantor,  entah udah berapa kali gw mendengar kata-kata Approved.  Ia jadi semacam password yang harus diisi sebelum pekerjaan bisa dilakukan. Jika belum di approved, you do it on your own risk. Kalau mau cari aman dan selamat, carilah approval itu.  Meskipun kadang permintaan approval hanya memperlambat proses dan tidak praktis, namun untuk urusan pekerjaan ini masih hal yang wajar dan bearable. Sayangnya, seeking for approval tidak hanya terjadi di kantor, dalam hidup pun terkadang kita meminta persetujuan orang lain. Sadar atau tidak. Memang bentuknya tidak terang-terangan, tapi hidup yang 'normal' dan 'wajar' sesuai norma yang berlaku di masyarakat seringkali menjadi approval yang menentukan arah hidup seseorang. Misalnya, seseorang yang sudah lulus kuliah ya harus bekerja. Umur segini udah seharusnya mulai memikirkan masa depan (re: mencari pasangan hidup dan menikah). Sesudah nikah ya sewajarnya punya anak, dst dsb. I did not against the no...

Yang Dilakukan di Awal 2014

Image
HOLA! super kangen blogspot! Kombinasi antara liburan dan insomnia emang pas banget buat nulis. Postingan pertama tahun 2014 loh!  Di post kali ini, gw ingin berterimakasih sama dua orang kece yang membantu mewujudkan keinginan gw untuk produktif selama liburan (tribute to Herda and Vivi). Yap, we make some karya tulis untuk lomba di fk udayana. Sounds iritating making scientific paper in the middle of holiday? well it’s not that bad kok guys, believe me! You can still get the joy of holiday while making this kind of project :)  Sebenernya dari dulu gw pengen ikut lomba ini (udah dari bulan November apa?) cuman hectic banget akhir semester kemarin, jadinya terlupakan. Baru inget lagi H-7 submission dong hahaha *lemes* Tapi… informasi yang ditunggu-tunggu muncul juga. DEADLINENYA DIPERPANJANG! jadi 18 januari! Lanjut? lanjut dong! Proses bikinnya sendiri mengandalkan diskusi online via fb karena jauhnya jarak tempat tinggal kami. Baru bisa mulai online p...

Oktober: Yang Datang Terlalu Cepat

Image
Waktu memang mempunyai semacam sihir yang membuat semua penghuninya menjadi delusional. Dua bulan dari sekarang dan dua bulan yang lalu dalam semester tiga ini.  Kehidupan semester tiga ini menurut gw cukup unik, karena ini merupakan semester realisasi diri *asik. Kalau semester lalu gw masih penuh rasa ragu dan bimbang. Semester ini gw sudah menetapkan bahwa : "Oke, hidup gw selama tiga tahun akan disini, gw harus melakukan hal-hal yang bisa gw lakukan selama masih dalam kondisi ini!" Kondisi yang gw maksud adalah (kalau mengutip dari perkataannya Gina) "Orang Independen" artinya diri gw sekarang dimiliki oleh gw dan belum terikat oleh satu organisasi. Jadi dalam taraf ini gw bebas menentukan gw mau melakukan apa aja, dimana, sama siapa tanpa ada yang mengatur. Mungkin ini juga yang mendasari gw buat mencoba (baca:trial and error) kegiatan kegiatan baru yang menarik perhatian gw dan mencoba menemukan passion/bidang yang bener-bener gw pengenin. Oke, mari kita ...

Negeri Di Ujung Tanduk: sebuah ulasan

Image
"Dengan kesaksian tak ternilai, dengan bukti-bukti yang kau simpan, separuh anggota mafia hukum bisa diseret ke pengadilan. Sebelum semua terlambat, sebelum seluruh negeri ini berubah dari negeri para bedebah menjadi negeri di ujung tanduk " halaman 256 Saya mengakhiri "perjalanan" membaca novel ini tepat pukul 19.00. Percaya atau tidak, novel ini hanya menceritakan kisah selama 48 jam. Masih seperti Negeri Para Bedebah, alur cerita bergerak cepat sekali, melaju dari satu penangkapan, lolos, penjebakan lagi, dan seterusnya. Tokoh utama dari novel ini tetap Thomas atau Tommy -panggilan oleh keluarganya. Jika di novel pertama Thomas berurusan dengan berbagai kejahatan perbankan dan "dampak sistematis"nya, maka di novel kedua, ia telah masuk ke babak yang berbeda, mengambil ranah sebagai konsultan politik untuk kandidat calon presiden terkuat di Indonesia. Thomas berurusan dengan kerasnya dunia politik dan berbagai manipulasi dan konspir...

Foto Story: TAMAN

Image
Taman akan selalu menyediakan ruang untukmu Mungkin kamu ingin berlari Mungkin juga kamu ingin berhenti Mungkin kamu ingin berteduh atau mungkin kamu ingin disinari Taman selalu punya ruang di hatimu Menikmati taman, masa kecilmu yang kau habiskan bersama orang tua mu di taman kamu mendapatkan kehidupan di taman kamu punya ruang  maka jangan takut berlari,  selama taman masih di sekitarmu kamu akan selalu punya tempat kembali dan selalu punya ruang, bernama taman.  Photo by Olivinia Qonita Putri taken for UTS MPKS FOTOGRAFI 2013

PETIR! CETAR!

Image
Malam ini, 25/02/2013 saya menyelesaikan membaca novel Dee: Petir, salah satu seri Supernova. Hier is meine review on Goodreads: Setelah satu persatu karya Dee difilmkan seperti perahu kertas, madre dan supernova, saya tertarik untuk membaca karya-karya Dee. Jujur melihat komentar orang-orang tentang ke'ilmiah'an supernova, saya minder. Bukan apa-apa, saya paling malas membaca novel dengan banyak catatan ilmiahnya.  Karya pertama Dee yang saya baca adalah Filosofi Kopi, kedua Rectoverso dan ketiga Petir. Filosofi Kopi dan Rectoverso memang memberikan gambaran Dee sebagai penulis yang keren, namun menurut saya dari sekian banyak cerpen di dalamnya, saya hanya menangkap "Malaikat juga tahu" dan "Filosofi kopi" yang layak dinobatkan sebagai karya Dee yang menunjukkan eksistensi penulisannya. Kemudian, dari seorang teman yang gila buku, saya memberanikan diri untuk memulai membaca supernova. dengan satu syarat: "kasih ke gw yang paling ringan d...

Refleksi: Menulis bagi saya

Image
Saya baru menyadari setelah membaca statistik post-post dan dokumen-dokumen saya di laptop saya produktif menulis justru ketika sedang sibuk kuliah. ketika libur, justru saya susah untuk menulis Hipotesisnya adalah: Menulis bagi saya Menyembuhkan. Karena di saat kegiatan kuliah padat dan saya banyak pikiran, saya ingin "lari" dari keadaan dan membagi beban pikiran ke kegiatan tulis menulis Menulis bagi saya adalah Merekam. Ketika saya melihat banyak hal, peristiwa dan pengalaman itu bercampur aduk dengan pikiran saya sehingga memaksa dikeluarkan dalam bentuk tulisan Menulis adalah "bentuk keberanian yang pengecut". Saya punya ide, tapi saya susah mengemukakan secara lisan. Maka saya menulis sebagai wujud eksistensi ide saya Ketiga Hipotesis diatas diterima karena sesuai kenyataan Hipotesis lain: Menulis bagi saya adalah Mengarang. Tidak/Belum karena saya kesulitan dalam merangkai ide di kepala ke dalam sebuah cerita/narasi dengan segala ucapan, t...

Writing Lessons From Expert

"Waktu mau nulis sesuatu, kita harus mempelajari sampe ngerti dulu tentang topik yang mau dibahas. Kalau cuma kumpulin data dan nulis tanpa dimengerti, kualitas tulisan akan cenderung standar. Ciri tulisan yang standar; pembaca nggak ngerasa dapet apa-apa, malahan bingung dengan banyak pertanyaan yang nggak terjawab" -Anita Moran, Editor In Chief Gogirl! Magazine  yap! that's exactly the condition of my previous article about MDGs. I was so much into the data and not shot to the "root" of the problem.  Must. Learn. About. It. :)

Nomophobia Inside Us

Image
Ketakutan terbesar manusia zaman sekarang adalah bepergian tanpa membawa handphone atau tidak punya pulsa atau baterainya habis.   Setuju tidak? setidaknya itu yang terjadi pada saya. Panik, takut, cemas dan segala macam perasaan campur aduk, apalagi kita sedang berada di lokasi yang asing dan waktu sudah larut malam. Ada beberapa kejadian heboh dan lucu tentang saya dan hp Kejadian pertama ketika saya hendak pulang kampus dengan menaiki krl ekonomi. Saat itu saya sedang berpuasa dan waktu menunjukkan pukul 5 sore. saya pikir sempatlah untuk tiba di stasiun tebet sebelum magrib . Keanehan mulai terjadi ketika kereta ini berhenti di stasiun ui cukup lama sekitar 10 menit. Dari speaker stasiun, saya mengetahui bahwa ada gangguan sinyal di manggarai dan penumpang dihimbau untuk mengambil kendaraan lain. Oke, saya turun dari kereta. Kemudian saya baru menyadari bahwa saya tidak punya duit! Duit saya di dompet tinggal seribu perak *jedotin kepala ke tembok* alhasil, saya naik...

Kisah Kereta Ekonomi #1

Image
post ini sebetulnya terinspirasi dari blog kakak kelas saya di FKM tentang kereta ekonomi. Melihat kisah dia tentang kereta ekonomi ini, saya pun ingin berbagi kisah :) sebuah pendapat, sebuah pandangan sekaligus sebuah rekaman peristiwa yang mungkin tidak berarti apa-apa saat ini, tapi akan menjadi pengingat dua atau tiga tahun lagi. ---- image from kamera hani Sebagai pelaku migrasi ulak-alik alias commuter, kereta api seperti menyatu dengan kehidupan saya saat ini. Jarak jakarta-depok terefisien ya menggunakan kereta api. Masih nekat mau naik mobil? silahkan ditanggung macetnya! naik kendaraan umum lain pun tidak bisa. terlalu lama, macet dan dari segi harga pun tidak begitu jauh daripada naik kereta ekonomi.  Di Indonesia, kereta api adalah monopoli dari PT KAI. Menurut salah satu artikel di media kampus, praktek monopoli untuk kereta api memang lebih tepat, karena kereta api adalah usaha dengan modal yang besar (pembelian gerbong kereta, gaji petugas, jalur rel). ...

once upon a great [journey to] dream

Image
kisah Alif dan Jurus Golok Kembar Kiai Rais berhasil membuat kedua mata gw terbuka lebar di malam ini Jadi dari tadi sore entah kenapa mood ilang. fix banget bad mood. pulang, leha-leha, makan super banyak, tidur-tidur dan marah-marah ke adek :'') gaktau kenapa tapi mood gw lagi naik turun banget. motivasi dan tindakan juga begitu. bener-bener labil. makanya makin dipikirin, makin bete sama diri sendiri dan penyakit lamanya kalau udah begini cuma satu: makan. dan ini bener-bener bukan sesuatu yang bagus. Ditengah semua rasa bete itu, gw baca novel Ranah 3 Warna yang belum tuntas dibaca. Dan entah kenapa mungkin Allah sudah menakdirkan gw untuk membaca buku itu, tepat di bab itu. Bab yang mengisahkan perjuangan Alif untuk dapet pertukaran pelajar ke luar negeri. Alif ini pengen banget ke Amerika dan pengen banget bisa kesana tapi gak ada duit, jadi dia mati-matian nyari info beasiswa dan pertukaran pelajar. Sampai pada akhirnya dia nemu beasiswa ke Kanada, close eno...

MENGEJAR SETORAN MDGs 2015, BISAKAH INDONESIA?

      Tanpa terasa, kita sudah memasuki bulan Desember dan tahun akan segera berganti menjadi 2013. Itu artinya tiga tahun lagi menuju tahun pencapaian MDGs. Di tahun keduabelas sejak MDGs disepakati, tentu sudah ada beberapa perubahan yang dilakukan oleh bangsa-bangsa di dunia. Pertanyaannya adalah apakah perubahan tersebut cukup untuk mencapai target di tahun 2015? Kekhawatiran tentang pencapaian MDGs di Indonesia sebetulnya sudah pernah disampaikan di Rapat Kerja Presiden tanggal 19-21 April 2010 di Istana Tampaksiring, Bali. Dikatakan ada tiga sasaran MDGs yang berpotensi gagal dicapai pada tahun 2015: angka kematian ibu yang masih tinggi, pencegahan HIV/AIDS dan indikator tutupan lahan pada sektor kehutanan yang belum optimal. Jika kita melihat tinjauan status pencapaian MDGs bidang kesehatan di Indonesia pada tahun 2010, kita akan mendapatkan fakta bahwa pengendalian kasus TBC sudah tercapai, pengendalian malaria dan penurunan angka kematian anak akan ...

Jilbab bukan sekadar Trend

Pernah mendengar bagaimana susahnya kehidupan wanita indonesia berjilbab di masa lalu? Mereka harus mengenakan jilbab secara sembunyi-sembunyi karena sekolah maupun lingkungan kerja melarang wanita untuk berjilbab. Foto untuk paspor pun tidak boleh mengenakan jilbab. Sekarang, wanita berjilbab sudah semakin banyak ditemukan di lingkungan kita. Tidak ada lagi peraturan yang memberatkan wanita berjilbab. Namun, diatas semua kemudahan berjilbab saat ini, ada problem baru yang muncul: hadirnya berbagai trend jilbab di Indonesia.  Masih kental dalam ingatan kita berbagai trend jilbab yang sempat muncul di indonesia. Saat Aa Gym berada di posisi puncak, banyak wanita yang mulai mengenakan jilbab. Kemudian, muncullah berbagai jenis jilbab. Mulai dari jilbab segiempat standar hingga jilbab langsung pakai berbahan spandex yang dihiasi oleh manik-manik. Trend berjilbab pun dipengaruhi oleh sinetron dan film yang beredar di masyarakat, contohnya film Ketika Cinta Bertasbih dan Ayat-ayat...

PENDIDIKAN BERKARAKTER

Ada yang tau pendidikan berkarakter itu apa? pendidikan yang mengutamakan pembentukan karakter. Yap, kalau kita masih inget nih di modul MPKT A, karakter itu beda dengan kepribadian *hayo mereviuw*. Kepribadian itu sifat bawaan. kita gak nunjukkin kepribadian asli kita di depan orang lain karena alasan cocok/tidak sikap itu di lingkungan. misal nih, sifat bawaan kita itu manja. kalau di rumah sih manja banget, maunya deket terus sama Ibu. nah apa iya, saat kita di lingkungan kampus kita tetep manja? enggak kan. pasti ada usaha dari kita untuk tidak menunjukkan sifat ini dihadapan orang lain selain keluarga. kenapa? karena bukan sifat semacam ini yang diharapkan oleh lingkungan. nah, sekarang kita mulau bahas tentang karakter. Karakter adalah sifat kita yang sudah disesuaikan dengan keinginan dan tuntutan lingkungan. Misal, karakter seorang mahasiswa itu harus kritis dan peduli. Nah mulai deh tuh, kita melatih pemikiran kita supaya kritis, karena sifat itulah yang diharapkan ada di ...

ROKOK BERBAHAYA. LALU?

Tulisan ini sekadar bentuk kekesalan dan kebingungan saya mengenai rokok di Indonesia. Jauh jauh sebelum saya masuk FKM saya memang sudah membenci rokok. Asap yang dikeluarkan rokok itu sangat menyebalkan, membuat batuk dan sesak nafas. Baju juga jadi bau rokok -_-" Jujur papa saya dulunya perokok. walaupun beliau tidak merokok terang-terangan di depan saya namun jika sedang bersama keponakannya yang muda-muda papa saya mulai merokok. Kenapa? hal itu yang saya tanyakan. kenapa harus merokok ketika Papa saya tau merokok tidak baik? kenapa tetap merokok bahkan secara curi-curi hanya pada momen tertentu? saya tidak habis pikir.  Itu hanya di lingkungan keluarga. Dari SMP kelas 3 (atau malah sebelum itu) ketika Papa membeli sebuah toko di Poins Square Lebak Bulus, saya sering sekali ke Dunkin Donats untuk belajar. Sayangnya, banyak sekali perokok di situ. Kalau ada yang merokok, konsentrasi dan mood untuk belajar hilang seketika. baunya itu loh! kenapa sih orang-orang tahan banget...

newbie (again)

Holla fellas Setelah dua kali menelantarkan blogspot, saya berpindah ke lain hati.. tumblr :)  Ya sebenernya cukup aktif sih di tumblr, apalagi bisa reblog reblog doang *pemalas* cuman kalau mood buat nulis lagi banyak, tumblr gak cukup seru. gabisa ganti warna font atau ganti size. Jadi, blog ini adalah sarana bagi saya untuk menyalurkan passion dalam bidang tulis menulis :)  Berhubung masih belajar, pls mind to tollerate any kind of grammar error :p Oh, i'm also planning to use proper EYD since I have learned it for SNMPTN and SIMAK. And i've heard that editors would likely to accept script with good EYD, so why not? :) cheers